cinta bermisi

Posted: September 21, 2009 in coretan hati

bismillahirrahmanirrahim..

1.10 am..entah kenapa mata masih lagi enggan lelap.dan hujan di luar sana masih begitu setia menemani

mungkin kerana apabila hati ini tersentuh,mudah sahaja utk berkongsi rasa

dan suka sy kongsikan ttg apa yg bermain di fikiran  semasa sedang memujuk mata utk lelap sebentar td

Kita sering menuangkan cinta yang terkadang tidak dapat membezakan, lantas cinta itu menjadi kosong dan lemah dan hanya hidup dihati dan tidak membawa kepada misi ….

Dalam cinta biasa, kita hanya mengisi waktu dengan cerita, mengenang itu dan ini, kemana cinta berakhir disaat tiada akhir…cinta tidak memerlukan kata, kerana ia adalah gelombang makna makna. Cinta membuat makna makna itu jadi jauh lebih nyata dari rakaman jiwa kita.

Tidak semua kata cinta lahir dari cinta, sebab tidak semua yang terkata datang dari jiwa. Mungkin dan mungkin sekadar lintasan perasaan dan luahan hati yang tidak berakar dan berumbi yang terbit dari hati …atau hanya respon sedetik yang hanya perhiasan yang melukakan perasaan ….yang membuatkan orang lain mengharapkan.

Kita bukan penyair yang disebut dalam Quran:

” Dan para penyair itu, diikuti org org pendusta …tidakkah kamu lihat bagaimana mereka mengembara tanpa arah disetiap lembah …dan mereka mengatakan apa yang tidak mereka kerjakan.” ( QS Syuara: 224-226 )

Inilah metafora ttg tidakjujuran ttg jiwa yang sakit.

Cinta misi tidak sama dengan cinta yang lekat dihati disulam perasaan dan menjadi terlalu peribadi sehingga membuahkan kesedihan yang tiada berpenghujung …

Cinta misi meredhai segalanya. Pertemuan, perpisahan menjadi suatu yang mesti.

Cinta agung seorang manusia ketika Rasullulah menyanjung Khadijah ketika Aisyah bertanya mencemburui Khadijah dan Rasullulah menjawab;

“Dia beriman ketika semua orang kafir, Dia mengorbankan harta ketika semua orang menahannya, dan Dia juga yg memberiku anak-anak”. Pengakuan jujur yang abadi bukan sekadar bait bait puisi …cinta yang berkembang jadi kata yg tak sempat disampaikan pada sang kekasih. Amat dalam kerana ia lahir dari rahim cinta sejati.Kaget dan terkedu si Aisyah.

Cinta itu misi dan punya hiraki!

” Aku mencintaimu wahai Rasullulah melebihi cintaku pada yang lain kecuali pada diri aku “.begitu Umar merasakan sudah cukup cinta itu. Tidak Umar! Jawab Rasullulah. Sampai aku lebih kamu cintai dari dirimu!

Inilah hirakinya.

Cinta misi berawal dan berhujung pada yang satu. Allah menjadi awal dan akhir daripada semua cinta. maka cinta pada Allah harus turun pada cinta pada Rasulnya. Tapi cinta pada Rasul mengharuskan kita mencintai semua manusia yang beriman kepadanya.

Sekadar itukah? Masih ada lagi …

Cinta pada orang beriman mengharuskan kita mencintai “pekerjaan” yang mendekatkan kita pada Allah dan Rasulnya. harus turun pada orang dan pekerjaannya.

Apakah pekerjaannya?

Dakwah dan semua amal soleh. dan itulah jawapannya. begitulah AlMursyid Hasan AlBanna memaknai cinta dan dakwah.

Begitulah hirakinya.

Mudahkah menghantar cinta ini?

Tidak mudah, memang! Tapi inilah sumber keharmonisan jiwa manusia.

Emosi kita persis anak anak sungai yang mengalir sendiri sendiri, pada mulanya menyatu dihulu, lalu nampak terpancar ditengah lalu bertemu dimuara.

…sekiranya kita benar dengan kata ….benar dengan cinta ….pasti kita bertemu dihujung syurga ….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s